Ulasan Film "Tanda Tanya"

KRITIK dan PEMBAHASAN


Film lama yang berjudul “Tanda Tanya” disutradari oleh Hanung Bramantyo, Titien Wattimena ialah penulis naskah dari film ini. Film yang berdurasi 100 menit rilis pada tanggal 7 april 2011 dan menghabiskan anggaran Rp.5 Miliar. Reza Rahadian salah satu pemeran dari film yang diproduseri Celerina Judisari, Selain Reza Rahadian (Soleh) ada juga Revalina S. Temat (Menuk), Agus Kuncoro (Surya), Endhita (Rika), Rio Dewanto (Hendra), Hengky Solaiman (Tan Kat Sun), dan Deddy Sutomo (Pastor)  pemeran dari film ini.
Fokus kepada hubungan antar agama di Indonesia, negara sering terjadi konflik agama yang menjadi hal umum, sejarah panjang kekerasan  dan diskriminasi terhadap Tionghoa Indonesia (Kejadian 1998). Berceritakan tentang tiga keluarga yang tinggal di desa daerah Semarang, Jawa Tengah. Keluarga Tionghoa-Indonesia dan beragama Budhha, Tan Kat Sun (Hengky Solaiman) dan anaknya Hendra (Rio Dewanto), pasangan muslim, Soleh (Reza Rahardian) dan Menuk (Revalina S. Temat), dan seorang konver Katolik Rika (Endhita) dan Abi anaknya yang seorang Muslim.
Alur Cerita yang dimulai dari Sun dan Hendra mempunyai bisnis rumah makan masakan Tionghoa yang menghidangkan daging babi, bagi umat islam dilarang, meskipun klien dan staf dari rumah makan itu muslim. Menuk yang menjadi salah satu karyawan direstoran itu untuk menghidupi keluarganya karena Soleh suami dari menuk menganggur. 
Loncat dimana Sun jatuh sakit pada umur 70 tahun. Hendra-pun mengambil alih rumah makan tersebut. Sejak Hendra mengambil alih rumah makan itu ia memutuskan untuk melayani secara eksklusif masakan dari daging babi dan mengasingkan pelanggan muslimnya. Hendra yang pernah menjadi kekasih Menuk ikut campur dalam urusan rumah tangga Menuk dengan Soleh. Kata yang diucapkan dan rencana Soleh ingin menceraikan Menuk, membuat ia semakin Tertekan. Rika sebagai teman Menuk mengalami juga kejadian yang membuat ia stress, keluarga dan tetangganya yang telah merawat ia berpindah agama dari islam menjadi katholik. Surya sebagai kekasih rika pun merasakan hal yang sama karena gagal menemukan pekerjaan acting yang baik. 
Soleh bergabung dengan organisasi Islam Nahdhlatul Ulama (NU). Ia melindungi keamanan gereja untuk mendapatkan kepercayaan dari organisasi tersebut, meskipun pada awalnya ia enggan untuk mengambil pekerjaan itu. Akhirnya Soleh mengakhiri hidupnya dengan membuat dirinya meledak oleh bom yang ditanam di sebuah gereja katholik. Bom itu meledak di luar gereja. Sun meninggal ketika rumah makannya diserang oleh umat islam karena warungnya tidak tutup untuk memperingati Idul Fitri. Hendra memeluk Islam dengan alasan ingin mendekati Menuk tetapi tidak jelas apakah Menuk menerimanya atau tidak. Surya menerima tawaran menjadi Yesus dalam acara Paskah dan Natal yang diadakan oleh gereja Rika karena mendapatkan bayaran yang tinggi.
Film ini cukup tergolong baik dikalangan kritikus film. Sangat diterima oleh para penonton yang ada di Indonesia. Indah Setiawati menulis didalam kabar harian The Jakarta Post tentang film ini “Upaya yang elegan untuk mempromosikan Islam Moderat dan mengungkapkan Isu-Isu sensitif dinegara ini dalam cara yang santai”, film ini dapat pujian dalam segi alur cerita, visual, dan juga musik dari Kartoyo DS yang sedang melakukan pinjauan untuk surat kabar Suara Karya. 
Hanung sengaja menggunakan judul “Tanda Tanya” untuk menggambarkan toleransi di Indonesia yang hingga sekarang masih sebuah tanda tanya yang besar. Itu digambarkan pada adegan dimana para umat Islam bertindak anarkhis dengan menyerbu restoran Tionghoa yang tetap buka sehari setelah lebaran, yang dimana dari adegan tersebut membuat pemilik Tan Kat Sun meninggal dunia. Lalu dari adegan tersebut kejadian 1998 digambarkan secara gamblang, dimana warga Tionghoa masih didiskriminasi. 
Alur cerita yang bagus, yang dimana film diawali dengan penusukan terhadap pendeta yang dimana itu bisa dikategorikan salah. Film ini juga meakhiri filmnya dengan adegan yang hampir serupa tetapi beda konteks yaitu pengeboman terhadapa gereja. Itu seperti sesuatu kita bisa bilang diawali ditempat yang sama diakhiri juga dengan tempat yang sama. Adegan tersebut yang membuat “Tanda Tanya” sangatlah bagus dalam segi alur cerita.
Visual yang menyegarkan mata walaupun dalam setiap filmnya Hanung tidak pernah membuat keunikan sendiri dalam segi Color Grading, pengambil sudut kamera yang sangat pas, mimik aktor dalam film ini bisa dibilang sangatlah memuaskan. Setting latar tempat-pun dibuat sangat mendetail mulai bagaimana pedesaan yang ada di Semarang, penduduk-penduduk disana hal kecil seperti ini yang patut diapresiasi. 
Film tanpa musik yang pas bisa menghancurkan estetika dan cerita yang ada di film itulah mengapa seorang sutradara harus pintar dalam memilih musik. Untungnya Hanung mengandeng orang yang tepat sebagai musik composer yaitu Tya Subiakto. Musik didalam film ini sangatlah cocok dan sangat sangat mendukung adegan yang ada difilm ini. Mungkin orang awam tidak akan mengerti sebagaimana pentingnya musik dalam suatu film
Ada satu adegan yang dimana diadegan tersebut terkait kepada kasus nyata yang ada di Indonesia. Adegan tersebut ialah ketika terjadi penusukan seorang pastor itu, oleh karena adegan tersebut seakan – akan penonton digiring seolah pemeluk agama tertentu yang melakukannya. Karena itu terkait pada peristiwa di Ciketing Bekasi pada tahun 2010, dimana seorang pendeta gereja HKBP ditusuk oleh pemuda islam setelah sebelumnya mereka diprovokasi.
Hanung Bramantyo sering disebut sebagai sutradara yang penuh kontroversi. Terlepas dari ia sutradara yang baik, karyanya juga sering menimbulkan kontroversi. Perempuan Berkalung Sorban, dan Ayat-Ayat Cinta contoh karya Hanung yang menimbulkan kontroversi dari berbagai kalangan terutama organisasi Islam. Bisa dibilang Hanung secara tidak langsung mencari ribut dengan organisasi ini.
Dalam film Tanda Tanya ini juga tak lepas dari kontroversi. Sutradara film ini sempat berseteru dengan ketua Front Pembela Islam yaitu Rizieq Shihab. “Film ini dapat memprovokasi umat Islam” ucap ketua FPI, yang dimana setelah dikehatui ia tidak pernah sama sekali menonton film itu.
Adegan-adegan yang menimbulkan kontroversi lainnya yaitu ketika Menuk seorang beragama muslim yang melakukan shalat di sebelah sesembahan terhadap agama Buddha atau biasa dianggap oleh agama Islam berhala. Menuk bekerja dalam restoran cina yang ada masakan babinya saja sudah salah ketika dipandang oleh seorang ulama. Tetapi itulah nilai plusnya Hanung ia berani mengambil cerita yang sedemikian kontra terhadap budaya agama Islam.
Ketika Idul Fitri yang dibenak orang pastilah berdamai ataupun apapun itu tetapi tidak disajikan dalam film “Tanda Tanya”. Dalam film itu sehari setelah Idul Fitri umat Islam melakukan penyerangan terhadap Rumah makan Tionghoa yang secara tidak langsung menggambarkan kejadian 1998. Pada masa itu masyarakat Tionghoa diperkosa dipandang sebelah mata, mayat seakan masyarakat Tionghoa Halal untuk dibunuh oleh orang – orang pada zaman 1998.
Surya seorang aktor memperankan menjadi yesus didalam perayaan natal dan paskah. Menggambarkan toleransi yang diinginkan oleh Hanung kedepannya untuk Negara Indonesia. Itu yang membuat Hanung membuat film ini.
Film ini juga pernah tayang di Televisi Nasional namun langsung dicekal oleh kalangan FPI. Para anggota FPI ini melakukan demonstrasi didepan Gedung Televisi Swasta tersebut. Ketua MUI juga berkomentar tentang soal ini bahwa “Film ini jelas menyebarkan pluralisme agama”
Slogan dari film ini yaitu “Masikah Pentingkah kita berbeda?” itu slogan yang amat dalam karena mempertanyakan kepada penonton harus memilih salah satu kita harus hidup dalam perbedaan atau hidup dalam kesatuan yang dimana semuanya sama yang tidak ada sama sekali perbedaan yang jelas.
Sebenarnya film ini tidak akan terlalu kontroversial jikalau toleransi yang ada di Indonesia tidak terlalu rendah. Tetapi kenyataan menyatakan bahwa toleransi yang ada di Indonesia sangatlah perlu diberi “Tanda Tanya” agar para masyarakat Indonesia mengerti bahwa pentingnya Toleransi dalam beragama dan berbudaya. Film ini bisa dibilang “Mikrokosmos”.

Komentar

Postingan Populer