Langsung ke konten utama
Laut (part II)
Memandang
Disore senja yang langit terasa gelap Yonathan ia sedang menatap ke langit sambil melamun,disaat yang sama HPnya berbunyi,ternyata ada telfon dari Rian,kemudian Yonathan mengangkatnya,"Halo ada apa ian??","ini,nih termalem kerumah Sinabang yok,sekalian bolos,Gua males nih pelajaran besok, mau kagak??",ajak Rian kepada Yonathan yang menerima ajakan Rian.
Sesampainya dirumah Sinabang ternyata rumahnya tertutup dan gelap, dan Rian mencoba menelpon Sinabang ternyata telfonnya tak diangkatnya,"Tuhkan apa gua bilang Sinabang tuh lagi keluar kalo jam segini",gerutu Yonathan kepada Rian dan tiba - tiba ada seorang wanita bertanya kepada mereka berdua "Temennya Sinabang?","iya,kira - kira kemana ya ?","sebentar saya telefon ","iya" jawab Yonathan yang sedari tadi menyaut pertayaan perempuan itu.tiba - tiba lampu dirumahnya menyala dan Sinabang keluar rumah dan menyuruh mereka bertiga masuk kedalam rumah.
"ada apa kalian datang kesini sore - sore"tanya Sinabang yang raut mukanya menunjukan habis bangun tidur dan mereka berdua menjelaskan kepada Sinabang bahwa Rian dan Yonathan akan menginap dirumahnya lalu besok membolos,"kalian boleh menginap disini tapi kalo bolos kalian berdua saja, besok gua berangkat dan kalian jaga rumah ya, mau?",mereka berdua mengangguk saja,"dan Marilyn,ada perlu apa?","gak nih sina, aku cuma nganterin mereka doang yang dari tadi nunggu didepan rumah kamu","owh gitu ya","aku pulang dulu ya sina","iya,mau dianter enggak","enggak usah","owh ok".
Rian dan Yonathan lalu bertanya kepada Sinabang siapa cewe itu, dan Sinabang menjawabnya kalau Marilyn itu ialah tetangganya sejak lama dan temannya semasa kecil dan selalu bersama dari TK sampai SMP tetapi ia tidak satu SMA karena orang tuanya mempunyai uang yang lebih untuk menyekolahkannya di sekolah yang lebih bergengsi berhubung juga orang tuanya ada keturuan luar,"kalau begini mah bisa betah","iya bener kata lu Ian","hush kalian berdua nih,itu anak orang kalian gak bakal sanggup deketin dia."
***
Di pagi hari yang indah para anak - anak SMA lainnya telah mengikuti pelajaran didalam kelas tak seperti Sinabang yang terlambat datang ke sekolah dikarenakan teman - temannya menginap dirumahnya dan ia tak bisa tidur. setelah ia selesai dihukum oleh Guru BP ia segera masuk ke kelas yang dimana ia melihat para murid sedang tertunduk diam."Sinabang masuk dan duduk"ucap wali kelas Sinabang yang sedang kesal karena ia mendapatkan kabar anak didiknya melakukan tindakan yang ceroboh.
Bel istirahat berbunyi terlihat Sinabang yang tampak kelelahan karena mendapat hukuman untuk kedua kalinya,disaat Sinabang ingin pergi kekantin ia melihat Adria Teman kelasnya sewaktu SMP dahulu duduk sendirian di depan perpusatakaan.ia berganti haluan menuju si Adria.
"Hei,ngapain lu sendirian disini Adria entar kesambet lu","ye,elu Sinabang kirain siapa tadi","elu kenapa dah disini??",belum sempat Adria menjawab ternyata jam istirahat telah usai Sinabang dan Adria kembali ke kelas masing - masing yang dimana jarak antara kelas Adria dan Sinabang teramat jauh karena Adria di kelas A sedangkan Sinabang dikelas G.
Ada sedikit diskriminasi disekolah yang ditempati oleh Rian dkk, yang dimana kelas A di fasilitasi kelas yang mewah dimana ada AC,tempat duduk yang empuk,dll tetapi fasilitas itu menurun hingga kelas G yang dimana kelas itu hanya ada kursi dan papan tulis saja, peraturan ini diterapkan oleh pihak sekolah agar para murid termotivasi belajar dan mendapatkan Ruang kelas yang lebih baik.
Tadi Adria kenapa disana sendirian ya ?? ucap Sinabang didalam hati ketika ia mencoba untuk tidur didalam kelas karena guru yang mengajar tidak masuk hari ini,belum sempat Sinabang memejamkan mata, ia terganggu oleh suara ribut acara mahasiswa yang diadakan di lapangan upacara,yang membuat pelajaran banyak yang kosong.
Sinabang yang ingin mengetahui acara yang dilaksanakan,ia memberanikan diri keluar dari kelas dan betapa terkejutnya dia, ketika melihat kedua temannya yang menginap dirumahnya itu datang ke acara itu, ternyata mereka membolos ingin melihat acara mahasiswa, ucap Sinabang didalam hatinya sambil berjalan menjauh dari pagar pembatas acara.
"Eh tadi itu Sinabang bukan ??",Tanya Rian kepada Yonathan yang sedang menikmati acara mahasiswa tersebut,"ah masa sih, salah lihat kali lu, ini jam pelajaran bro mana mungkin dia lihat kesini"jawab Yonathan kepada Rian sambil menikmati acara mahasiswa.
ketika Yonathan ingin membeli minuman karena terlalu haus sedari tadi tidak minum, ia melihat seorang wanita yang teramat cantik bagi dia, dan ia mencoba untuk berkenalan dengan sang wanita yang sedang duduk dipojok.
"eh,sendirian aja nih,temennya mana nih?"tanya Yonathan kepada sang wanita,"iya nih"sang wanita menjawab dengan senyum manis sambil memegang minuman yang ia beli."owh ya,boleh aku temenin gak?"ucap Yonathan yang sedang melakukan modus - modusan anak SMA.
Rian yang tadi sedang menikmati musik tiba - tiba bingung karena melihat Yonathan sudah tidak ada dibelakanganya, ketika ia mencari ternyata Rian melihat Yonathan sedang asik mengobrol dengan sang wanita,kurang ajar gua kalah start ucap Rian didalam hati sambil kembali menikmati acara mahasiswa.
Acara mahasiswa,bertempatkan di lapangan upacara sekolah Rian ialah acara pentas seni mahasiswa, yang rutin di acarakan oleh kampus tersebut dan acara itu selalu membuat jam pelajaran sekolah kosong.
***
Setelah sampainya dirumah ia melihat rumah kosong,ternyata benar mereka ke acara mahasiswa itu,kurang ajar ucap Sinabang didalam hati dengan tubuh yang dibaringkan ditempat tidur,karena hari ini ia sangat kelelahan karena hukuman.
Tanpa sadar Sinabang tertidur ditempat tidur, tanpa mengganti seragam sekolahnya terlebih dahulu,Rian dan Yonathan pun melihat Sinabang yang tertidur pulas dikamarnya,tak ingin mereka mengganggu Sinabang,mereka langsung pulang tanpa berpamitan kepada mereka berdua.
Ketika hari telah sore,tanpa disadari Sinabang telah terbangun di sofa yang ia miliki, lalu ia melihat HP dan melihat WA dari Rian dan Yonathan yang berisikan sebaris kata pamitan saja,ketika ia ingin menutup jendela rumahnya ia melihat Marilyn sedang duduk didepan teras rumahnya,karena rumah Sinabang dan Marilyn berhadapan jadi ia bisa melihatnya terlihat sering diluar ketika jam 16.00 hingga 17.00 itu seperti kebiasaan.
"Mari lagi ngapain nih sore - sore didepan teras"Ucap Sinabang yang sudah ada didekat Marilyn,"aku ingin melihat cowo yang sedang menutup jendela tadi"goda Marily kepada Sinabang sambil menutup buku yang ia baca,"ngapain elu ngeliatin gua, ngomong omong itu buku apaan dah?"ucap Sinabang,"ini buku tentang politik aja sih","elu suka politik ya ??","kagak sih tapi iseng aja baca buku, karena banyak diperpus keluarga buku jadi iseng baca - baca","wow ada sampai juga perpus didalamnya?","iya","owh ya elu mau kuliah dimana dah ??","gua mau balik keasal ayah gua di Finlandia dan kuliah disana","owh ya? wow, nanti kirimin makanan dari Finlandia ya","iya tenang aja".obrolan itu berlanjut sampai malam dan mereka berdua memutuskan untuk kembali kerumah masing - masing.
***
Di siang hari yang teramat panas terlihat Rian yang sedang mencuci motornya didepan rumahnya.ketika ia telah selesai mencuci motornya ia tidak sengaja melihat wanita yang terlihat tidak asing bagi dia, dan itu membuat ia penasaran membuat ia melihat buku tahunan SMPnya.
Ketika ia melihat buku tahunan Rian tersadar bahwa wanita itu yang selalu sekelas dengannya selama 3 tahun di SMP tetapi Rian terkaget wanita itu yang dulu sangatlah culun sekarang berubah drastis hingga Rian tak mengenalinya.
Sore hari yang cerah Rian sedang meminum teh dengan Gadget disampingnya, tiba - tiba ia tersedar bahwa ia pagi ini ada pa pos yang mengantarkan surat ke rumahnya yang belum sempat ia baca. Lalu ia mengambil surat itu dan membacanya.
Malam hari yang begitu banyak bintang Rian sedang memikirkan tentang surat tadi sore yang ia baca. Rian bingung karena ia diundang diacara ulang tahun teman SMPnya yang ia lihat dibuku tahunan. Ia memutuskan untuk ikut dan mengabari Yonathan dan Sinabang.
Komentar
Posting Komentar